Friday, July 27, 2018

Apa saja yang kita lihat ketika Gerhana Bulan Total 28 juli 2018

Puncak gerhana bulan total 28/7/2018 (photo by www.bmkg.go.id)




Puncak gerhana yang terjadi tepat pukul 03.22 WIB, kondisi ini bertahan lama selama 103 menit (photo by www.bmkg.go.id

Seperti yang kita ketahui fenomena gerhana merupakan fenomena yang sangat istimewa . 
Dari Abu Bakrah radhiallahu anhu dia berkata:

كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْكَسَفَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجُرُّ رِدَاءَهُ حَتَّى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلْنَا فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى انْجَلَتْ الشَّمْسُ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ
“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu terjadi gerhana matahari. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berjalan cepat sambil menyeret selendangnya hingga masuk ke dalam masjid, maka kamipun ikut masuk ke dalam masjid. Beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040)

Kalian tadi sholat gerhana ga?kalau saya sih ngga soalnya ga denger alarm bunyi wkwkwk curcol


Tahukah kalian apa saja keunikan gerhana bulan total yang terjadi pada hari ini? (28/07/2018)

Kali ini saya akan sedikit mengulas keistimewaan dan keunikan Gerhana Bulan total yang baru saja terjadi.

1. Terlama pada Abad 21
 "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018). Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123.

 2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin.

 3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan. 
 "Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya.

 4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil.

 5. Mars yang Jadi Dayang-dayang Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya. (Kompas.com)


Demikian semoga bermanfaat. jangan lupa share yapss❤❤


1. Terlama pada Abad 21 "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018). Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123. 2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin. 3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan. Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon "Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya. 4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil. 5. Mars yang Jadi Dayang-dayang Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

1. Terlama pada Abad 21 "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018). Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123. 2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin. 3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan. Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon "Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya. 4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil. 5. Mars yang Jadi Dayang-dayang Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
1. Terlama pada Abad 21 "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018). Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123. 2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin. 3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan. Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon "Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya. 4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil. 5. Mars yang Jadi Dayang-dayang Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika


No comments:

Post a Comment