Sunday, July 29, 2018

yeheeee. 


saya balik lagi nih mau ngasih tips buat cewe-cewe yang habis ditinggalin doi karna  muka kamu ngga semulus dia hekhek

Bulshit banget loh kalau ada cowo yang bilang "saya sayang sama kamu apa adanya, bodoamat mau kamu jerawatan, gendut lah blablaah" please girls jangan pernah percaya. coba kalian inget-inget kalau lagi jalan  sama doi terus dia ngeliat cewe mulus pasti matanya ga kedip! 


Tapi inget juga ya cantik itu bukan cuma dari luar tapi dari dalam he he he


Banyak cara memutihkan wajah secara alami namun banyak kita abaikan karena dianggap terlalu merepotkan dan memakan waktu yang lama padahal cara alami adalah cara yang paling aman meskipun tidak secepat jika kita memakai krim-krim yang beredar saat ini.



bisa bayangin ngga girls sekarang cowo juga bisa bedain yang cantik alami sama yang cantiknya racikan wkwk padahal niat kita semua ingin tampil cantik ya seenggaknya kita udah berjuang.
Untuk kalian yang ingin mencoba treatment wajah secara alami kalian bisa menggunakan kentang mentah.
Kentang mentah adalah bahan yang memiliki manfaat yang sangat besar dalam hal memutihkan kulit.
Sayangnya kentang yang bisa digunakan untuk memutihkan kulit adalah kentang yang mentah dan dilakukan dengan cara menggunakannya sebagai masker.
kita ngga mungkin mengkonsumsi kentang yang masih mantah bukan?
Untuk menggunakan kentang sebagai masker ini caranya sangat mudah.
Kalian cukup menyiapkan kentang dan madu sebagai bahan utama. 

Pertama haluskan kentangnya (bisa ditumbuk, diparut dan blender terserah sebahagia kamu aja:v). Kalau sudah dihaluskan tambahkan satu sendok teh madu lalu campukan. Bersihkan wajah terlebih dahulu lalu aplikasikan di seluruh wajah yang kering secara merata dan diamkan kurang lebih 10 menit kemudian bilas wajah dengan air bersih. Untuk hasil yang memuaskan gunakan masker kentang ini secara rutin 2hari sekali sebelum tidur.

Pertama kali saya coba cara ini waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah saya langsung liat sendiri wajah jadi lebih cerah, halus, dan lembab. 


“Kecantikan bisa menumbuhkan cinta, tetapi kecantikan semata-mata tidak akan mampu memelihara cinta” – Megan Tresidder 



Selamat mencoba semoga bermanfaat^^




Friday, July 27, 2018

Apa saja yang kita lihat ketika Gerhana Bulan Total 28 juli 2018

Puncak gerhana bulan total 28/7/2018 (photo by www.bmkg.go.id)




Puncak gerhana yang terjadi tepat pukul 03.22 WIB, kondisi ini bertahan lama selama 103 menit (photo by www.bmkg.go.id

Seperti yang kita ketahui fenomena gerhana merupakan fenomena yang sangat istimewa . 
Dari Abu Bakrah radhiallahu anhu dia berkata:

كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْكَسَفَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجُرُّ رِدَاءَهُ حَتَّى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلْنَا فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى انْجَلَتْ الشَّمْسُ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ
“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu terjadi gerhana matahari. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dan berjalan cepat sambil menyeret selendangnya hingga masuk ke dalam masjid, maka kamipun ikut masuk ke dalam masjid. Beliau lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040)

Kalian tadi sholat gerhana ga?kalau saya sih ngga soalnya ga denger alarm bunyi wkwkwk curcol


Tahukah kalian apa saja keunikan gerhana bulan total yang terjadi pada hari ini? (28/07/2018)

Kali ini saya akan sedikit mengulas keistimewaan dan keunikan Gerhana Bulan total yang baru saja terjadi.

1. Terlama pada Abad 21
 "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018). Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123.

 2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin.

 3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan. 
 "Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya.

 4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil.

 5. Mars yang Jadi Dayang-dayang Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya. (Kompas.com)


Demikian semoga bermanfaat. jangan lupa share yapss❤❤


1. Terlama pada Abad 21 "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018). Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123. 2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin. 3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan. Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon "Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya. 4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil. 5. Mars yang Jadi Dayang-dayang Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

1. Terlama pada Abad 21 "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018). Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123. 2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin. 3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan. Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon "Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya. 4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil. 5. Mars yang Jadi Dayang-dayang Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
1. Terlama pada Abad 21 "Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018). Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi. Tepatnya pada 9 Juni 2123. 2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin. 3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan. Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon "Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi)," sambungnya. 4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup mendung kecil. 5. Mars yang Jadi Dayang-dayang Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika


Sedikit tentang penulis. 1'st post

Assalamualaikum ^^ 

1'st post ehe. 

Perkenalkan nama saya Rizza Rochma Triagustina anak ke -3 dari 3 bersaudara. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan di salah satu Universitas Negeri di Sulawesi Tengah yaitu UNTAD(Universitas Tadulako) Prodi Pendidikan Kimia angkatan 2017. 


Tujuan saya Ngeblog adalah ingin berbagi segala sesuatu yang saya ketahui dan saya harap hal itu bisa bermanfaat untuk orang banyak. Blog ini berisi tentang informasi yang sekiranya bisa saya bagikan melalui tulisan di blog ini. 

 Dan untuk kedepannya saya berharap sekali respon dari semua pembaca dengan berkomentar di blog sederhana ini,  tentunya dengan komentar-komentar yang sifatnya Membangun.

 I hope you guys like my post💛