Puncak gerhana yang terjadi tepat pukul 03.22 WIB, kondisi ini bertahan lama selama 103 menit (photo by www.bmkg.go.id)
Seperti yang kita ketahui fenomena gerhana merupakan fenomena yang sangat istimewa .
Dari Abu Bakrah radhiallahu anhu dia berkata:
كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَانْكَسَفَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَجُرُّ رِدَاءَهُ حَتَّى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَدَخَلْنَا
فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ حَتَّى انْجَلَتْ الشَّمْسُ فَقَالَ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ
لِمَوْتِ أَحَدٍ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى
يُكْشَفَ مَا بِكُمْ
“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam lalu terjadi gerhana matahari. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam berdiri dan berjalan cepat sambil menyeret selendangnya hingga
masuk ke dalam masjid, maka kamipun ikut masuk ke dalam masjid. Beliau
lalu mengimami kami shalat dua rakaat hingga matahari kembali nampak
bersinar. Setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan
tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian
melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah shalat dan berdoalah hingga
selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 1040)
Kalian tadi sholat gerhana ga?kalau saya sih ngga soalnya ga denger alarm bunyi wkwkwk curcol
Tahukah kalian apa saja keunikan gerhana bulan total yang terjadi pada hari ini? (28/07/2018)
Kali ini saya akan sedikit mengulas keistimewaan dan keunikan Gerhana Bulan total yang baru saja terjadi.
1. Terlama pada Abad 21
"Durasi
gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin Sudibyo,
astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (06/07/2018).
Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang pada abad
ke-21. Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi.
Tepatnya pada 9 Juni 2123.
2. Gerhana Sekaligus Minimoon Berbeda dengan gerhana
bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon, GBT kali ini bertepatan
dengan Minimoon. Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan
sebesar 406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan
biasanya yang hanya 384.400 kilometer. "Secara tak resmi Bulan dengan fase
purnama yang bertepatan atau hampir bertepatan dengan saat Bulan menempati
titik apogee-nya dikenal sebagai Minimoon," kata Marufin.
3. Fenomena
Paras Bulan yang Kebiruan Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah,
tapi ada yang istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan.
"Sapuan warna
biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh molekul-molekul
Ozon," ujar Marufin. "(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan
baik (saat GBT terjadi)," sambungnya.
4. Gerhana Tanpa Awan Marufin juga
menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini adalah karena faktor
cuaca. "Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif
akan lebih bersih,," ujarnya. Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah
diamati karena risiko tertutup mendung kecil.
5. Mars yang Jadi Dayang-dayang
Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan dengan
planet Mars di langit Indonesia. "Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat
Mars berada pada posisi terdekat dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir,"
kata Marufin. "Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya
-0,5) sehingga jauh lebih mudah diamati," pungkasnya. (Kompas.com)
Demikian semoga bermanfaat. jangan lupa share yapss❤❤
1. Terlama pada Abad 21
"Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin
Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat
(06/07/2018).
Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang
pada abad ke-21.
Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi.
Tepatnya pada 9 Juni 2123.
2. Gerhana Sekaligus Minimoon
Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon,
GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon.
Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar
406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan
biasanya yang hanya 384.400 kilometer.
"Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir
bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai
Minimoon," kata Marufin.
3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan
Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang
istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon
"Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh
molekul-molekul Ozon," ujar Marufin.
"(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi),"
sambungnya.
4. Gerhana Tanpa Awan
Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini
adalah karena faktor cuaca.
"Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan
lebih bersih,," ujarnya.
Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup
mendung kecil.
5. Mars yang Jadi Dayang-dayang
Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan
dengan planet Mars di langit Indonesia.
"Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat
dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin.
"Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga
jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
1. Terlama pada Abad 21
"Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin
Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat
(06/07/2018).
Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang
pada abad ke-21.
Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi.
Tepatnya pada 9 Juni 2123.
2. Gerhana Sekaligus Minimoon
Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon,
GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon.
Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar
406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan
biasanya yang hanya 384.400 kilometer.
"Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir
bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai
Minimoon," kata Marufin.
3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan
Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang
istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon
"Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh
molekul-molekul Ozon," ujar Marufin.
"(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi),"
sambungnya.
4. Gerhana Tanpa Awan
Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini
adalah karena faktor cuaca.
"Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan
lebih bersih,," ujarnya.
Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup
mendung kecil.
5. Mars yang Jadi Dayang-dayang
Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan
dengan planet Mars di langit Indonesia.
"Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat
dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin.
"Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga
jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika
1. Terlama pada Abad 21
"Durasi gerhana secara keseluruhan adalah 6 jam 14 menit," kata Marufin
Sudibyo, astronom amatir kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat
(06/07/2018).
Bahkan, gerhana kali ini disebut-sebut sebagai blood moon terpanjang
pada abad ke-21.
Artinya, gerhana bulan serupa hanya akan bisa ditemui 100 tahun lagi.
Tepatnya pada 9 Juni 2123.
2. Gerhana Sekaligus Minimoon
Berbeda dengan gerhana bulan sebelumnya yang bersamaan dengan Supermoon,
GBT kali ini bertepatan dengan Minimoon.
Saat puncak gerhana nanti, jarak Bumi dan Bulan diperhitungkan sebesar
406.100 kilometer. Artinya, ini lebih jauh dari jarak Bumi dan Bulan
biasanya yang hanya 384.400 kilometer.
"Secara tak resmi Bulan dengan fase purnama yang bertepatan atau hampir
bertepatan dengan saat Bulan menempati titik apogee-nya dikenal sebagai
Minimoon," kata Marufin.
3. Fenomena Paras Bulan yang Kebiruan
Meski GBT selalu identik dengan warna merah darah, tapi ada yang
istimewa kali ini. Itu adalah warna biru di paras bulan.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Gerhana Bulan Total Disebut Blood Moon
"Sapuan warna biru di paras Bulan akibat hamburan cahaya Matahari oleh
molekul-molekul Ozon," ujar Marufin.
"(Hal ini) menjadi lebih bisa diamati dengan baik (saat GBT terjadi),"
sambungnya.
4. Gerhana Tanpa Awan
Marufin juga menjelaskan keistimewaan gerhana bulan akhir minggu ini
adalah karena faktor cuaca.
"Gerhana ini terjadi pada musim kemarau. Sehingga langit relatif akan
lebih bersih,," ujarnya.
Ini berarti GBT kali ini akan lebih mudah diamati karena risiko tertutup
mendung kecil.
5. Mars yang Jadi Dayang-dayang
Menambah keistimewaannya, pada gerhana kali ini bulan akan berdampingan
dengan planet Mars di langit Indonesia.
"Gerhana Bulan ini bertepatan dg saat Mars berada pada posisi terdekat
dengan Bumi dalam 15 tahun terakhir," kata Marufin.
"Magnitudonya (Mars) diperkirakan -2,7 (normalnya hanya -0,5) sehingga
jauh lebih mudah diamati," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fenomena Memukau yang Bisa Dilihat pada Gerhana Bulan Total 28 Juli", https://sains.kompas.com/read/2018/07/25/210500423/5-fenomena-memukau-yang-bisa-dilihat-pada-gerhana-bulan-total-28-juli.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika